Jumat, 12 Desember 2014

Cara setting Network pada Debian Server



Setting Network pada Debian Server


       
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan konfigurasi network pada Sistem Operasi Debian Server yang berbasis Text. Disini terdapat 2 cara, yaitu men-setting dengan Manual dan Otomatis atau DHCP. Dan keduanya bisa bersifat Sementara atau Permanen atau tetap.
Selamat Menyimak :)


A. Manual Sementara
            1. Pertama-tama kita cek ketersediaan device networknya dengan mengguunakan perintah ifconfig dengan opsi –a . Dan tersedia eth1.
            2. Lalu kita ketikan perintah untuk membuka/mengedit file interfaces menggunakan nano.
            3. Edit menjadi seperti dibawah ini. Dan apabila sudah mengedit, untuk menyimpan hasil editan dengan menggunakan Ctrl X lalu ketik Y lalu Enter.
                4. Setelah itu restartlah networknya menggunakan perintah dibawah ini.

                5. Setting networknya dengan perintah dibawah ini.

                6. Settinglah gatewaynya dengan defaultnya 172.16.10.1

                7. Lakukan cek pada eth1 dengan perintah ifconfig -a

                8. Lakukan cek gateway nya dengan perintah route -n

                9. Settinglah DNS dengan menggunakan nano untuk mengkonfigurasi resolv.conf


yang awalnya seperti ini,

sekarang rubah menjadi seperti dibawah,
            10. Lakukan reboot untuk melakukan cek apakah hasilnya sementara.
            11. Cek menggunakan ifconfig –a untuk IP Address nya
Dan gunakan route –n untuk gatewaynya
            12. Selesai
Hasilnya ternyata hilang setelah direboot dikarenakan sementara.


B. Manual Permanent (Tetap)

            1. Pertama-tama kita ketikan perintah untuk membuka/mengedit file interfaces menggunakan nano.

 
           
2. Edit seperti gambar dibawah ini.


            3.Lakukan restart network dengan perintah seperti dibawah ini.

            4. Cek IP Addressnya menggunakan ifconfig -a
Lakukan cek untuk gatewaynya menggunakan perintah route -n

            5. Reboot lah PC untuk pengecekan apakan hasilnya permanent atau sementara.

            6. Cek menggunakan ifconfig –a untuk mengecek IP Addressnya

Dan cek lah gatewaynya menggunakan route –n



C. DHCP Sementara

            1. Pertama-tama kita ketikan perintah untuk membuka/mengedit file interfaces menggunakan nano.

            2. Setting menjadi  seperti dibawah ini.
            3. Restart lah network dengan menggunakan perintah dibawah ini.

            4. Gunakan perintah dclient untuk meminta IP ke server.
            5. Cek IP Address yang didapat  menggunakan ifconfig -a
Cek gateway nya menggunakan route –n.
            6. Setting DNS nya menggunakan nano untuk mensetting resolv.conf sekaligus bisa melihatnya.
 Gunakan perintah cat untuk menampilkan saja isi dari resolv.conf
            7. Lakukan restart untuk mengecek apakan permanen atau sementara.
            8. Cek IP Address menggunakan ifconfig -a
Cek gateway nya menggunakan route -n
D. DHCP Tetap

            1. Pertama-tama kita ketikan perintah untuk membuka/mengedit file interfaces menggunakan nano .

            2.  Hapus tanda # pada allow-hotplug eth1.


            3. Lakukan restart networking nya untuk merefres IP address dan gateway nya.


            4. Cek lah IP Address menggunakan ifconfig -a

            Dan cek lah gateway nya menggunakan route -n

            5. Reboot PC nya untuk mengecek apakah permanent atau tidak.

            6. Cek IP Address nya menggunakan ifconfig -a

           
            7. Selesai.
            Ternyata tidak hilang IP Addressnya dan gatewaynya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Perintah Dasar Manajemen User dan Sistem File

Manajemen User



1. Groupadd adalah perintah untuk membuat group baru
Penulisan : groupadd <nama_group_baru>
Contoh : groupadd tkj
2. Useradd adalah perintah untuk membuat user baru
Penulisan : useradd <user_baru>
Contoh : useradd refdinal
3. Gpasswd –a adalah perintah untuk memasukan user ke group
Penulisan : gpasswd –a <user> <group>
Contoh : gpasswd –a refdinal tkja
4. Useradd –G adalah perintah untuk membuat user baru dan langsung memasukan user tersebut ke suatu group
Penulisan : useradd <user> -G <group>
Contoh : useradd dinal –G tkj 
5. Passwd adalah perintah untuk mengganti/menambahkan password user
Penulisan : passwd <user>
Contoh : passwd refdinal 
6. Userdel adalah perintah untuk menghapus user
Penulisan : userdel <user>
Contoh : userdel refdinal 
7. Groupdel adalahperintah untuk menghapus group
Penulisan : groupdel <group>
Contoh : groupdel tkj
8. Rm adalah perintah untuk menghapus (di manajemen user digunakan untuk menghapus direktori user yang sudah dihapus, karena meskipun user sudah dihapus, direktori home user tersebut masih ada)
Penulisan : rm <direktori home user>       
=Contoh : rm /home/dinal 
 Sistem File
 
       1. Chmod adalah perintah untuk mengubah ijin akses suatu file atau direktori
       Penulisan : chmod <user/group/other><+/-><read/write/execute> <file/direktori>
       Contoh : chmod g+rwx f1
       2. Chown adalah perintah untuk mengganti kepemilikan file atau direktori
       Penulisan : chown <user> <file>
       Contoh : chown refdinal f1
       3. Chgrp adalah perintah untuk mengganti group suatu file atau direktori
       Penulisan : chgrp <group> <file>
       Contoh : chgrp tkj f1
 
       4. Umask adalah perintah untuk menentukan ijin akses pada saat file atau direktori dibuat.

Selasa, 30 September 2014

Desktop Environment

Desktop Environment

Pengertian
Desktop Environment, adalah sebuah antarmuka grafis (Graphical User Interface) pada desktop sistem operasi anda. Desktop Environment ini bisa dibilang sebagai pengganti antarmuka baris perintah (Command Line Interface).

GUI pada Linux (Desktop Environtment)Di Linux sendiri sistem X Window ini diturunkan menjadi beragam sistem GUI yang dikenal dengan istilah Desktop Environment (DE). Beberapa sistem desktop environment yang ada di UNIX/Linux diantaranya K Desktop Environment (KDE), GNOME Desktop Environment, Unity Desktop Environment dan XFCE Desktop Environment.

Hampir semua DE di UNIX/Linux adalah aplikasi yang bersifat open source, sehingga dapat dikembangkan dan digunakan oleh banyak orang secara bebas. Selain di Linux ada juga DE yang dapat berjalan pada platform yang berbeda. KDE merupakan salah satu DE yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows.

Dibawah ini adalah gambar contoh dari Desktop Environment yang digunakan oleh linux .


1. K Desktop Environtmen
2. Gnome Desktop Environtment
3. XFCE Desktop Environtment
4. System Unity DE Pada Ubuntu

Fungsi
Desktop environment (DE) dalam aplikasinya berfungsi sebagai sistem yang akan memproses interaksi user secara grafis dengan masukkan baik melalui keyboard ataupun mouse. Selain bertugas mengendalikan interaksi-interaksi dengan user, DE juga memiliki banyak fitur lainnya yang terbagi-bagi ke dalam komponen-komponen tersendiri.



Berikut ini merupakan daftar beberapa komponen DE yang dimiliki:

- Window manager, aplikasi DE yang bertugas untuk mengelola interaksi terhadap window.

- Display manager, aplikasi untuk mengelola resolusi layar, dan dukungan multimonitor.

- Taskbar, komponen untuk menampilkan daftar aplikasi yang sedang digunakan oleh user.

- Konfigurasi DE, untuk menampilkan semua konfigurasi yang ada pada DE.

- Theme manager, aplikasi untuk memodifikasi style (look and feel) pada DE.

- Aplikasi pendukung lainnya seperti file manager, text editor, image viewer, audio player, video player dan lainnya.




Desktop Environment (DE) GNOME pada Debian
Komponen-Komponen DE GNOME pada Debian
Komponen-Komponen DE yang dapat diamati pada Debian dijelaskan sebagai berikut.




Menu Bar
Bagian ini digunakan untuk menampilkan menu dari sistem Gnome. Lokasinya ada di bagian atas. Menunya terdiri dari:
- Aplikasi, berisi daftar aplikasi yang terinstal.
- Lokasi, berisi daftar media penyimpan yang dapat diakses oleh user termasuk ketika memasukkan USB Flash Disk akan ditambahkan aksesnya disini dan akses media penyimpn dalam jaringan.
- Kalender, menampilkan tanggal dan jam saat ini.
- Volume, untuk mengatur volume suara speaker.
- Baterai (untuk laptop), memberikan status penggunaan baterai oleh sistem.
- Koneksi jaringan, mengatur koneksi jaringan yang ada. Koneksi yang dapat diatur selain jaringan kabel termasuk jaringan nirkabel dan VPN.
- Menu user, berisikan menu sistem untuk mematikan komputer, restart, mengunci layar dan lainnya.

Task Bar
Bagian ini berisikan daftar aplikasi yang sedang dijalankan oleh user. Posisinya berada pada bagian bawah. Selain itu pada bagian kanan dari bar ini terdapat komponen Desktop Switching yang memungkinkan user untuk memiliki lebih dari satu lingkungan desktop. Jadi tidak hanya menampilkan daftar aplikasi, namun juga daftar lingkungan desktop yang dapat diakses.

Window manager
Pengelolaan window pada aplikasi disini ditunjukkan melalui keberadaan tombol close, minimize dan maximize pada title bar. Serta menu window yang akan muncul apabila melakukan klik kanan pada title bar. Pada Gnome tombol-tombol tersebut ditempatkan pada bagian kanan dari title bar.

Perpindahan antar window (aplikasi) yang sedang dibuka dapat dilakukan dengan menahan tombol Alt kemudian menekan tombol Tab hingga aplikasi yang akan dituju ditampilkan.

Atau untuk berpindah antara lingkungan Desktop yang berbeda dapat menggunakan kombinasi tombol Ctrl + Alt + panah kiri atau kanan.
Gnome memiliki banyak keyboard shortcut dan dapat diakses melalui menu Aplikasi > Perkakas Sistem (System Tools) > Preferensi > Tatanan Sistem (System Settings) > Papan Ketik (Keyboard) > Pintas (Shortcuts).

Konfigurasi DE

Ini berisikan semua konfigurasi yang mungkin dilakukan pada suatu DE. Pada Gnome fitur ini disematkan pada aplikasi Gnome Control Center. Di dalamnya terdapat sejumlah pengaturan konfigurasi untuk personalisasi, perangkat keras dan sistem. Aplikasi ini dapat diakses melalui menu Aplikasi > Perkakas Sistem > Preferensi > Tatanan Sistem.

Mode Teks
Mode teks ini merupakan fitur yang memungkinkan user dapat mengetikkan perintah-perintah operasi. Pada Gnome aplikasi ini dinamakan terminal dan dapat diakses melalui menu Aplikasi > Aksesoris > Terminal atau Root Terminal (untuk menjalankan aplikasi Terminal sebagai root).


Session Manager
Ini merupakan fitur Gnome untuk melakukan logout, suspend, restart dan shutdown sistem operasi. Fitur ini dapat diakses pada menu user.
Theme Manager
Theme Manager pada GNOME berfungsi untuk merubah tampilan sesuai keinginan. Untuk masuk ke theme manager, pertama klik System (pada menu bar) > Preferences > Appearance. Dan masuk ke tab Theme


Aplikasi Pendukung DE
Gnome memiliki banyak aplikasi pendukung seperti:
- Pengolah kata, seperti gedit dan LibreOffice Writer.
- Pengolah file, seperti Nautilus.
- Media player, seperti Totem Media Player.
- Pengolah gambar, seperti GIMP, Inkscape.
- Pembuka PDF, seperti Evince.
- Dan lainnya.
Mungkin cukup sekian postingan tentang Desktop environment dari saya. Semoga berguna untuk yang membacanya, dan ilmunya menjadi barokah :D Amiiin

daftar pustaka :
1. http://ghadinkz23.blogspot.com/2010/10/pengertian-desktop-environment.html
2. www.google.com
3. Pranata, Kadek Surya. 2013. Teknik Komputer dan Jaringan Edisi Pertama 2013. Jakarta. Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.